Rahasia Mobil Hidrogen Daihatsu

Satriyo Budiutomo
Jakarta - Detik Oto - Setelah membahas dua tahap teknologi irit BBM Daihatsu mulai dari penerapan sistem i-EGR dan eco-IDLE yang bisa membuat mobil memiliki konsumsi BBM 30 km/liter, saatnya melirik tahapan ketiga yaitu pengembangan teknologi sel bahan bakar alias fuel cell.

Seperti kita ketahui mobil hidrogen tidak memiliki emisi carbon, dari knalpotnya hanya keluar air saja sebagai efek sampingnya.

Daihatsu tengah mengembangkan cara baru menyimpan hidrogen dan bahan bakar cair baru yang disebut dengan Hidrazin Hidran (pencampuran hidrogen, nitrogen dan air).

"Saat ini kami memperkenalkan kendaraan masa depan, dengan mengusung teknologi terbaru yang bisa membuat kendaraan kami(Daihatsu) terbebas dari CO2," kata Research and Development Division PT. Astra Daihatsu Motor Satriyo Budiutomo, di IIMS 2012.

Tidak berhenti sampai disitu, mobil hidrogen ini akan menggunakan bahan material yang sangat ringan. Disebut dengan Metal Free Liquid Feed Fuel Cell(PMfLFC), sehingga memungkinkan mobil ramah lngkungan ini mampu berlari lebih jauh.

"Selain itu kalau biasanya kendaraan lain menyimpan mesin mereka pada bagian depan, kali ini kami membuat mesin berada di bagian bawah dalam bentuk pipih. Dan untuk bahan bakar cairnya(PMfLFC) dapat dilihat dengan telanjang mata pada bagian bawah," katanya.

"Bila kendaraan ini melakukan pengereman, maka secara otomatis maka dapat mengisi listrik," tutupnya.

Namun tidak dipungkiri, Satriyo pun mengakui bahwa mobil konsep ini bisa saja terealisasi dengan cepat. Asal infrastruktur yang mendukung juga berkembang.

Manfaat Utama Generator Gas HHO

BEBERAPA FAKTA SEDERHANA TENTANG generator HIDROGEN 

FAKTA: Teknologi ini telah ada selama lebih dari 100 tahun. (Terutama di industri pengelasan)

FAKTA: Perusahaan truk dan kapal laut yang menggunakan teknologi ini mengubah mesin mereka untuk berjalan dengan menggunakan Generator Gas HHO yaitu penggunaan bahan bakar minyak dan Hidrogen.

FAKTA: perusahaan baru dan distributor dari produk ini telah tumbuh selama 5 tahun terakhir

FAKTA: Beloit, Wisconsin telah memasang semua kendaraan kota mereka (Fire-Police-Transportation) dengan generator Gas HHO, sebagai Hibryd Hidrogen pada kendaraan.

Berkembangnya dan makin banyaknya penggunaan alat penghemat bahan bakar menggunakan air ini akan menolong kekhawatiran kita akan makin mahalnya harga bahan bakar minyak sekarang ini, dan kelangkaannya pula. Karena banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan alat ini. Salah satunya juga menguntungkan terhadap kebersihan lingkungan.

Generator Gas HHO efektif mengubah kendaraan dan mesin pembangkit berbasis motor bakar menjadi “Hibrid Hidrogen” dengan memproduksi dan menyuntikkan gas “hidroksi” (HHO) sebagai bahan bakar tambahan ke dalam saluran udara masuk (intake manifold), dan akan menyempurnakan proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar, sehingga menghemat penggunaan bahan bakar, meningkatkan performa mesin, serta menurunkan emisi gas buang. Dapat digunakan sebagai penghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk semua jenis motor bakar stasioner maupun motor bakar bergerak (baik berbahan bakar bensin maupun diesel), dimana alat ini dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak sampai dengan 80%, tergantung dari tipe kendaraan, kondisi kendaraan, dan cara pengoperasian kendaraan, beban kendaraan serta kondisi jalan yang dilalui kendaraan.

Dari percobaan yang dilakukan pada Motor Bensin dan Motor Diesel yang menggunakan bahan bakar minyak, diperoleh hasil yaitu: Menaikan bilangan oktan bahan bakar karena bercampur dengan H2 (bilangan Oktan H2 lebih besar dari 100); Mengurangi konsumsi bahan bakar, dan jarak tempuh per liternya semakin besar (20% s/d 80%); Meningkatkan performa dan kekuatan mesin, dengan menurunkan suhu kerja mesin dan panas yang terbuang ke udara serta suara mesin menjadi lebih halus; Ramah Lingkungan karena bisa menekan emisi (polusi) yang berbahaya bagi lingkungan khususnya karbon monoksida; Menghilangkan karbon deposit (flek hitam) pada mesin yang dapat ditemukan ketika membongkar mesin kendaraan diakibatkan oleh pembakaran yang tidak sempurna; Meningkatkan usia pakai mesin / kendaraan, karena piston dan katup menjadi lebih bersih dan awet.

Selengkapnya akan dibahas lebih lanjut lagi di bawah ini beberapa manfaat dan keuntungan dari pemakaian alat pengirit bahan bakar ini pada kendaraan.

1. Menghemat penggunaan bahan bakar pada kendaraan
Dengan penggunaan alat ini pada kendaraan bermotor makin menambah efisiensi bahan bakar yang digunakan. Karena gas brown yang dihasilkan dari alat ini, pada saat bercampur dengan bahan bakar (bensin) dalam mesin di ruang bakar, gas tersebut dapat menaikan tingkat bilangan oktan pada bahan bakar. Akibat nya bahan bakar yang di gunakan menjadi makin optimal dan efisien digunakan. Karena makin tinggi nilai tingkat oktan suatu bahan bakar pembakaran yang terjadi makin sempurna.

2. Meningkatkan tenaga kendaraan
Penggunaan alat ini pada kendaraan dapat meningkatkan power/tenaga mesin kendaraan, kuat untuk jalan menanjak walaupun menggunakan gigi tinggi. Hal ini bisa terjadi ada kaitan nya dengan penambahan gas brown/ HHO hasil alat pengirit bahan bakar itu, yang menyebabkan pembakaran pada mesin makin sempurna. Akibat makin sempurnanya pembakaran, kinerja mesin juga makin meningkat dari biasanya.

3. Dapat merawat mesin menjadi lebih awet dan halus
Keuntungan lain yaitu, dengan penggunaan alat ini pada kendaraan mesin kendaraan pun bisa makin menjadi awet. Hal ini karena gas brown hasil alat penghemat bahan bakar tersebut meningkatkan pembakaran menjadi makin sempurna membuat bahan bakar yang digunakan pada mesin dibakar habis dan sempurna untuk menggerakkan mesin. Sehingga berdampak dapat mengurangi sisa-sias karbon akibat pembakaran pada kendaraan dan dapat memperlambat kehausan komponen mesin serta kerusakan yang terjadi dalam mesin. Gas brown ini juga dapat pula membersihkan karbon deposit yang ada dalam ruang pembakaran mesin, dan membuat suhu mesin terjaga stabil dan lebih dingin. Suara mesin makin halus karena penggunaan alat ini yang dapat menghasilkan gas HHO, yang mengoptimalkan kerja mesin. Dan melindungi mesin dari kotoran karbon sisa pembakaran, menyebabkan suara kerja mesin yang jadi lebih halus.

4. Mengurangi polusi dari mesin kendaraan
Pembakaran yang sempurna terjadi dengan penggunaan alat ini di kendaraan. Hasilnya membuat dalam komponen-komponen dalam mesin menjadi lebih bersih, dan mengurangi kandungan karbon dalam mesin, juga kandungan karbon pada gas hasil pembakaran mesin pada kendaraan. Gas CO yang dihasilkan dan dikeluarkan di knalpot kendaraan, kandungan karbon yang beracun buat lingkungan menjadi makin berkurang, dan terganti dengan beberapa gas hidrogen hidrogen oksida yang merupakan hasil dari alat pengirit bahan bakar ini.

Generator Hidrogen berbasis Air

Teknologi menghemat bahan bakar menggunakan air ini diawali dengan keberadaan dan perkembangan penggunaan alat bahan bakar air berupa kendaraan berbahan bakar air (watercar) yang telah dirilis sejak tahun 1805 oleh beberapa peneliti dan ilmuwan-ilmuwan. Berikut percobaan yang dilakukan beberapa ilmuwan dalam kaitannya dengan penggunaan air sebagai bahan bakar.

Isaac de Rivaz, seorang ilmuwan asal Swiss. Ketika ia melakukan penelitiannya minyak bumi belum ditemukan sebagai bahan bakar. Ia merancang dan membuat sendiri mesin pembakaran dalam, yang merupakan pertama kalinya ilmuwan pertama yang mengunakan gas hidrogen untuk menjalankan mobil dengan cara mengelektrolisis air.

Yull Brown, ia seorang peneliti dari Australia. Ia berhasil menjalankan kendaraannya yang menggunakan air sebagai bahan bakar. Dalam kendaraannya sama seperti yang dilakukan Isaac de Rivaz, yaitu dengan mengelektrolisis air. Gas yang dihasilkan dari proses elektrolisis tersebut dinamakannya brown gas.

Stanley Meyer, berasal dari Ohio, Amerika Serikat. Penelitiannya berhasil mendesain dan menjalankan mobilnya tanpa menggunakan bahan bakar minyak, melainkan dengan berbahan bajar hidrogen yang berasal dari air. Stanley Meyer adalah penemu teknologi bahan bakar air yang paling sempurna yang dapat berhasil diaplikasikan pada kendaraan.

Lewat penemuan dan percobaan yang dilakukan tersebut, menjadi dasar acuan teknologi menghemat bahan bakar menggunakan air, yaitu dengan proses elektrolisis air yang menghasilkan gas hidrogen hidrogen oksida(HHO) atau gas brown (berasal dari nama penemunya Yull Brown) yang dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada kendaraan bermotor.

Jelang tahun 2006 ke tahun 2007, teknologi ini mulai berkembang pesat. Pada tahun 2008 teknologi ini makin banyak mendapat perhatian yang cukup besar dari beberapa negara seperti India, Jerman, Afrika Selatan, Kanada, Cina, dan Indonesia, khususnya negara yang pencinta hemat bahan bakar. Di Indonesia cukup banyak pula beberapa peneliti yang melakukan eksperimen dengan teknologi ini. Seperti Voll Johanes Bosco di Palu, Ir. FX Agus Unggul Santoso, dosen Sanata Dharma, Joko Suprapto di Jawa Timur, dan beberapa peneliti dan kaum awam yang sudah mulai menerapkan dan meneliti teknologi penghemat bahan bakar ini.

Proses Dalam Alat Bahan Bakar Air

Proses yang terjadi dalam alat penghemat bahan bakar ini yaitu proses penguraian unsur-unsur pembentuk air, yang disebut proses elektrolisis air. Proses ini berlangsung agar air dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar. Dengan menggunakan arus listrik, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua electron. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 

2H+ + 2e- H2 dan ion hidroksida (OH-). 

Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. 

2O2- O2 + 2e-

Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut:

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan oleh reaksi tersebut membentuk berupa gelembung-gelmbung yang mengumpul di sekitar elektroda. Elektrolisis ini merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda (katoda dan anoda) dan larutan elektrolit.

Proses ini terjadi dan berlangsung dalam alat penghemat bahan bakar menggunakan air yang disebut dengan elektroliser. Di dalam elektroliser, air (H2O) dipecah menjadi gas HHO atau sering disebut sebagai brown gas. Elektroliser menghasilkan hidrogen dengan cara mengalirkan arus listrik pada media air yang mengandung larutan elektrolit. Medan magnet akan mengubah struktur atom Hidrogen dan Oksigen pada air dari bentuk diatomic menjadi monoatomik. Selain itu, ikatan neutron yang mengikat partikel H dan O akan terlepas, sehingga partikel H akan tertarik ke kutub positif dan partikel O akan tertarik ke kutub negatif.

Hasil proses tersebut nampak berupa gelembung-gelembung yang terlihat dalam tabung elektroliser. Gelembung tersebut akan terus bertambah dan naik ke permukaan air. Saat gelembung gas hidrogen dan oksigen terlepas dari permukaan air, partikel gas tersebut akan berikatan kembali ruang udara sebagai brown gas atau gas HHO. Brown gas merupakan bahan bakar yang kuat, bersih, dan mengurangi emisi gas buang, yang merupakan inti dari teknologi yang dapat mengirit penggunaan bahan bakar menggunakan air ini.

Komponen-Komponen Alat Bahan Bakar Air

Komponen penting yang menunjang proses elektrolisis dalam alat pengirit bahan bakar menggunakan air untuk menghasilkan gas brown adalah tabung elektroliser, elektroda (katoda dan anoda), larutan elektrolit, dan water trap (vaporiser).

a. Tabung Elektroliser

Tabung elektroliser merupakan tempat penampungan larutan elektrolit, sekaligus tempat berlangsungnya proses elektrolisis untuk menghasilkan gas brown. Di dalam tabung ini terdapat dudukan elektroda yang akan diberi arus listrik. Tabung elektroliser yang digunakan terbuat dari kaca atau plastik yang tahan panas. Sebab, proses elektrolisis yang menghasikan gas brown akan memproduksi sejumlah panas juga. Tabung elektroliser haruslah kuat dan kokoh pula, karena dalam prosesnya nanti adanya isapan yang kuat dari mesin dan dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk tabung elektroliser yang digunakan.

b. Elektroda

Gas brown yang dihasilkan dalam proses elektrolisis terjadi akibat adanya arus listrik yang melewati elektroda dan akan menguraikan unsur-unsur air. Elektroda terdiri dari dua kutub, yaitu katoda(-) dan anoda(+) yang dimasukkan ke dalam larutan elektrolit. Jika elektroda tersebut diberi arus listrik, akan muncul gelembung-gelembung kecil berwarna putih (gas HHO). Elektroda yang di gunakan pada proses elektrolisis terbuat dari bahan stainless steel yang tahan terhadap karat. Elektroda dibuat saling berdekatan namun tidak bersentuhan. Gunakan bahan yang bersifat isolator untuk saling menghubungkan kedua elektroda agar tidak terjadi hubungan arus pendek atau korsleting.

c. Elektrolit

Elektrolit digunakan untuk menghasilkan gas brown pada proses elektrolisis. Elektrolit terdiri atas air murni atau air destilasi dan katalisator. Katalisator akan larut di dalam air murni dan menyatu membentuk larutan elektrolit. Katalis yang digunakan pada proses elektrolisis menggunakan Na OH (Natrium Hidroksida).

d. Water Trap (Vaporiser)

Water trap atau vaporiser ini digunakan untuk meningkatkan kinerja alat elektrolisa. Alat ini menampung gas brown yang dihasilkan sebelum masuk mesin agar tidak terlalu banyak air yang masih dikandung dalam gas brown hasil alat elektrolisa tersebut.

Dari Air menjadi Hidrogen

Nama sistematis: air
Nama alternatif: aqua, dihidrogen monoksida, hidrogen hidroksida
Rumus molekul: H2O
Massa molar:  18.0153 g/mol
Densitas dan fase: 0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C), 0.92 g/cm³ (padatan)
Titik lebur: 0 °C (273.15 K) (32 ºF)

Titik didih: 100 °C (373.15 K) (212 ºF)
Kalor jenis: 4184 J/(kg•K) (cairan pada 20 °C)

Air adalah zat kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut.

Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Jika dikelola dengan baik, air merupakan sumber daya alam yang tidak akan ada habisnya.

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.

Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, fluor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif daripada elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.

Elektrolisis air

Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidroksida (OH-). Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen. Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda dan larutan elektrolit. Pada proses elektrolisis diperlukan dua buah kutub yaitu katoda sebagai kutub negative dan anoda sebagai kutub positif.

Hidrogen

Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air, genes: membentuk) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia.

Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah 4% H2 di udara bebas.[8] Entalpi pembakaran hidrogen adalah - 286 kJ/mol. Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia:

2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)[10]

Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 °C. Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran hidrogen secara visual. Kasus meledaknya pesawat Hindenburg adalah salah satu contoh terkenal dari pembakaran hidrogen. Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan hidrogen lebih ringan dari ledakan hidrokarbon.

Dalam kasus kecelakaan Hidenburg, dua pertiga dari penumpang pesawat selamat dan kebanyakan kasus meninggal disebabkan oleh terbakarnya bahan bakar diesel yang bocor.

H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator lainnya. Ia bereaksi dengan spontan dan hebat pada suhu kamar dengan klorin dan fluorin, menghasilkan hidrogen halida berupa hidrogen klorida dan hidrogen fluorida

Poses Elektrolisis Air

Elektrolisis Air

Pada elektrolisis larutan elektrolit akan dihasilkan zat zat hasil reaksi yang tergantung pada harga potensial reduksi ion-ion yang ada dalam larutan dan elektrode yang digunakan. Jumlah zat hasil elektrolisis bergantung besarnya jumlah listrik yang digunakan, untuk menghasilkan gas Hidrogen dan gas Oksigen dapat digunakan larutan elektolit dari Kalium Hidroksida (KOH) atau menggunakan garam sulfat atau karbonat dari unsur-unsur golongan IA seperti Natrium Sulfat (Na2SO4), Natrium Karbonat (Na2CO3), Natrium Hidroksida (NaOH) atau garam lain yang mudah didapat dan ekonomis.
Molekul Air

Hanya saja, berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, penggunaan elektrolit yang mengandung Natrium (Na) akan menimbulkan kristalisasi garam Na pada saluran Udara tempat dimana diinjeksikan Gas HHO ke dalam ruang bakar, serta timbul kristalisasi garam Na pada Throttle.

Elektrolisa Air akan menghasilkan Gas HHO: 
  • 1 Liter Air = 1,750 Liter Gas
  • Bentuk Gas HHO yang terjadi ada 14 macam
  • Flame Speed 1,300 Mtr/Detik pada kondisi Vakum  (P abs = - 820 mmHg) 
  • Self Ignite: T = 550 C pada P = 15 Psi

Reaksi : Elektrolisis larutan KOH dalam air :
Katoda : [2H2O(l) + 2e → 2OH-(aq) + H2(g)] x 2
Anoda :  4OH-(aq) → 2H2O(l) + O2(g) + 4e +
               2H2O(l) → 2 H2(g) + O2(g)

Reaksi : Elektrolisis larutan Na2CO3 dalam air :
Katoda : [2H2O(l) + 2e → 2OH-(aq) + H2(g)] x 2
Anoda :  2H2O(l) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e +
              2H2O(l) → 2 H2(g) + O2(g)
Pada elektrolisis larutan yang mengandung ion-ion golongan IA (Na+, K+), ion-ion tersebut tidak tereduksi pada katode tetapi air yang mengalami reduksi karena potensial reduksi air lebih besar dari potensial reduksi ion Natrium atau ion Kalium (Eo H2O/H2 = - 0,83 volt dan Eo Na+/Na = - 2,71 volt).

Molekul HHO
Dalam penerapannya elektrode yang digunakan adalah stainless steell yang dapat dikategorikan sebagai elektrode inert, dari percobaan yang kami lakukan pada beberapa kendaraan bermotor, untuk mobil 1000 CC dengan kecepatan 50-60 km/jam dengan konsumsi BBM (besin) 1 liter dapat menempuh jarak 12 km, sehingga waktu yang diperlukan 12/60 jam = 12 menit. Jika dihitung kalor yang dihasilkan pada pembakaran sempurna 1 liter bensin (oktana) dengan reaksi : Ramsden E.N (2000 : 499).
C8H18(g) + 25/2 O2(g) → 8 CO2(g) + 9H2O(g) rHo = – 5510 kJ/mol
Reaksi ini berlangsung pada ruang pembakaran, dimana bahan bakar minyak mempunyai titik didih 150oC dan akan berbentuk uap pada ruang pembakaran mesin.

Massa 1 mol C8H18 = (8.12 + 18. 1) gram (Ar C = 12 dan H = 1) = 114 gram
Untuk membakar 1 mol C8H18 atau 114 gram C8H18 dibebaskan kalor = 5510 kJ.
Massa jenis bensin = 0,77 kg/L sehingga massa 1 L bensin = 770 gram, jadi kalor yang dihasilkan = 770/114 x 5510 kJ = 37216,66 kJ
Jadi kalor yang dihasilkan pada pembakaran 1 gram bensin = 37216,66 kJ/770 gram = 48,333 kJ
Pada pembakaran bensin oktana emisi gas buang masih mengandung gas CO sebanyak 5%.
Pada perakitan alat elektrolisis yang dipasang pada mobil digunakan diode dengan kuat arus 25 Ampere, digunakan dalam waktu yang sama 12 menit gas hidrogen yang dihasilkan sebagai berikut :
Massa H2 = ME H2. i . t /96500 gram = 1. 25. 12. 60/96500 gram = 0,186528 gram

Pembakaran sempurna gas H2 menurut reaksi :
H2(g) + ½ O2(g) → H2O(g) rHo = -241,82 kJ/mol
Pada pembakaran 1 mol atau 2 gram gas hidrogen dihasilkan kalor = 241,82 kJ
Untuk pembakaran sempurna 1 gram gas hidrogen dihasilkan kalor = 120,91 kJ
Untuk pembakaran 0,186528 gram dibebaskan kalor = 0,186528/2 x 241,82 kJ = 22,5531 kJ

Sedangkan gas oksigen yang dihasilkan dari proses elektrolisis yang sama :
Massa O2 = ME O2 . i . t /96500 gram = 32/4 . 25. 12. 60/96500 gram = 1,49223 gram

Volume gas O2 yang dihasilkan jika diukur pada suhu 25oC dan tekanan 1 atm adalah PV = nRT 
atau V = n RT/P
V gas O2 = 1,49223/32. 0,082056872. 298/1 Liter = 1,14027 Liter

Gas oksigen yang dihasilkan ini akan sangat berperan didalam proses pembakaran, sehingga pembakaran akan berlangsung lebih sempurna dan bahan bakar akan semakin hemat.

Pembahasan:
1. Dari hasil perhitungan kalor yang dihasilkan pada pembakaran sempurna 1 mol gas H2 hasil elektrolisis, yang diukur pada suhu kamar besarnya entalpi sama dengan entalpi pembentukan 1 mol uap air. Dengan menggunakan arus listrik 25 ampere dan waktu yang sama dengan waktu yang digunakan untuk melakukan pembakaran bensin dengan kendaraan bermotor selama 12 menit ternyata diperoleh kalor 22,5531 kJ. Jika dibandingkan kalor yang dihasilkan pada pembakaran 1 gram besin (oktana) dengan 1 gram gas Hidrogen = 48,333 kJ : 120,91 kJ. Dari hasil ini terlihat bahwa penambahan gas hidrogen dari elektrolisis kedalam ruang pembakaran akan menghasilkan tambahan energi yang cukup besar sehingga performa mesin akan lebih bagus dan lebih hemat dalam pemakaian bahan bakar.

2. Pada pembakaran bensin dalam bentuk uap di ruang pembakaran mesin ternyata belum dapat terbakar sempurna, terlihat dari hasil pembakaran masih terdapat 5% gas karbonmonoksida atau CO, ini dapat dipandang sebagai pemborosan energi. Hadirnya gas oksigen murni yang diperoleh dari hasil elektrolisa sebanyak 1,49223 gram atau 1,14027 Liter pada suhu kamar, kontribusi gas oksigen ini akan sangat besar didalam membantu proses pembakaran, diharapkan pembakaran yang terjadi akan semakin sempurna dan performa mesin akan semakin tinggi serta pemakaian bahan bakar kendaraan bermotor akan semakin efisien.

3. Dengan penambahan gas hidrogen dan gas oksigen pada ruang pembakaran, proses oksidasi dan performa mesin meningkat, diikuti dengan penurunan residu karbon pada ruang pembakaran, penurunan emisi gas buang karbomonoksida (CO), dan hidrokarbon/ bensin yang tidak terbakar.

Sejarah HHO

Teknologi menghemat bahan bakar menggunakan air ini diawali dengan keberadaan dan perkembangan penggunaan alat bahan bakar air berupa kendaraan berbahan bakar air (watercar) yang telah dirilis sejak tahun 1805 oleh beberapa peneliti dan ilmuwan-ilmuwan. Berikut percobaan yang dilakukan beberapa ilmuwan dalam kaitannya dengan penggunaan air sebagai bahan bakar.

Stanley Meyer

Isaac de Rivaz, seorang ilmuwan asal Swiss. Ketika ia melakukan penelitiannya minyak bumi belum ditemukan sebagai bahan bakar. Ia merancang dan membuat sendiri mesin pembakaran dalam, yang merupakan pertama kalinya ilmuwan pertama yang mengunakan gas hidrogen untuk menjalankan mobil dengan cara mengelektrolisis air.

Yull Brown, ia seorang peneliti dari Australia. Ia berhasil menjalankan kendaraannya yang menggunakan air sebagai bahan bakar. Dalam kendaraannya sama seperti yang dilakukan Isaac de Rivaz, yaitu dengan mengelektrolisis air. Gas yang dihasilkan dari proses elektrolisis tersebut dinamakannya brown gas.

Stanley Meyer, berasal dari Ohio, Amerika Serikat. Penelitiannya berhasil mendesain dan menjalankan mobilnya tanpa menggunakan bahan bakar minyak, melainkan dengan berbahan bajar hidrogen yang berasal dari air. Stanley Meyer adalah penemu teknologi bahan bakar air yang paling sempurna yang dapat berhasil diaplikasikan pada kendaraan.

Lewat penemuan dan percobaan yang dilakukan tersebut, menjadi dasar acuan teknologi menghemat bahan bakar menggunakan air, yaitu dengan proses elektrolisis air yang menghasilkan gas hidrogen hidrogen oksida(HHO) atau gas brown (berasal dari nama penemunya Yull Brown) yang dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada kendaraan bermotor.

Jelang tahun 2006 ke tahun 2007, teknologi ini mulai berkembang pesat. Pada tahun 2008 teknologi ini makin banyak mendapat perhatian yang cukup besar dari beberapa negara seperti India, Jerman, Afrika Selatan, Kanada, Cina, dan Indonesia, khususnya negara yang pencinta hemat bahan bakar. Di Indonesia cukup banyak pula beberapa peneliti yang melakukan eksperimen dengan teknologi ini. Seperti Voll Johanes Bosco di Palu, Ir. FX Agus Unggul Santoso, dosen Sanata Dharma, Joko Suprapto di Jawa Timur, dan beberapa peneliti dan kaum awam yang sudah mulai menerapkan dan meneliti teknologi penghemat bahan bakar ini.

Manfaat dan Keuntungan

Berkembangnya dan makin banyaknya penggunaan alat penghemat bahan bakar menggunakan air ini akan menolong kekhawatiran kita akan makin mahalnya harga bahan bakar minyak sekarang ini, dan kelangkaannya pula. Karena banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan alat ini. Salah satunya juga menguntungkan terhadap kebersihan lingkungan. Selengkapnya akan dibahas lebih lanjut lagi di bawah ini beberapa manfaat dan keuntungan dari pemakaian alat pengirit bahan bakar ini pada kendaraan.

1. Menghemat penggunaan bahan bakar pada kendaraan
Dengan penggunaan alat ini pada kendaraan bermotor makin menambah efisiensi bahan bakar yang digunakan. Karena gas brown yang dihasilkan dari alat ini, pada saat bercampur dengan bahan bakar (bensin) dalam mesin di ruang bakar, gas tersebut dapat menaikan tingkat bilangan oktan pada bahan bakar. Akibat nya bahan bakar yang di gunakan menjadi makin optimal dan efisien digunakan. Karena makin tinggi nilai tingkat oktan suatu bahan bakar pembakaran yang terjadi makin sempurna.

2. Meningkatkan tenaga kendaraan
Penggunaan alat ini pada kendaraan dapat meningkatkan power/tenaga mesin kendaraan, kuat untuk jalan menanjak walaupun menggunakan gigi tinggi. Hal ini bisa terjadi ada kaitan nya dengan penambahan gas brown/ HHO hasil alat pengirit bahan bakar itu, yang menyebabkan pembakaran pada mesin makin sempurna. Akibat makin sempurnanya pembakaran, kinerja mesin juga makin meningkat dari biasanya.

3. Dapat merawat mesin menjadi lebih awet
Keuntungan lain yaitu, dengan penggunaan alat ini pada kendaraan mesin kendaraan pun bisa makin menjadi awet. Hal ini karena gas brown hasil alat penghemat bahan bakar tersebut meningkatkan pembakaran menjadi makin sempurna membuat bahan bakar yang digunakan pada mesin dibakar habis dan sempurna untuk menggerakkan mesin. Sehingga berdampak dapat mengurangi sisa-sias karbon akibat pembakaran pada kendaraan dan dapat memperlambat kehausan komponen mesin serta kerusakan yang terjadi dalam mesin. Gas brown ini juga dapat pula membersihkan karbon deposit yang ada dalam ruang pembakaran mesin, dan membuat suhu mesin terjaga stabil dan lebih dingin.

4. Membuat suara mesin menjadi halus
Suara mesin makin halus karena penggunaan alat ini yang dapat menghasilkan gas HHO, yang mengoptimalkan kerja mesin. Dan melindungi mesin dari kotoran karbon sisa pembakaran, menyebabkan suara kerja mesin yang jadi lebih halus.

5. Mengurangi polusi dari mesin kendaraan
Pembakaran yang sempurna terjadi dengan penggunaan alat ini di kendaraan. Hasilnya membuat dalam komponen-komponen dalam mesin menjadi lebih bersih, dan mengurangi kandungan karbon dalam mesin, juga kandungan karbon pada gas hasil pembakaran mesin pada kendaraan. Gas CO yang dihasilkan dan dikeluarkan di knalpot kendaraan, kandungan karbon yang beracun buat lingkungan menjadi makin berkurang, dan terganti dengan beberapa gas hidrogen hidrogen oksida yang merupakan hasil dari alat pengirit bahan bakar ini.

Proses Dalam Alat Bahan Bakar Air

Proses yang terjadi dalam alat penghemat bahan bakar ini yaitu proses penguraian unsur-unsur pembentuk air, yang disebut proses elektrolisis air. Proses ini berlangsung agar air dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar. Dengan menggunakan arus listrik, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua electron. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2

2H+ + 2e- H2 dan ion hidroksida (OH-).

Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda.

2O2- O2 + 2e-

Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut:

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan oleh reaksi tersebut membentuk berupa gelembung-gelmbung yang mengumpul di sekitar elektroda. Elektrolisis ini merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda (katoda dan anoda) dan larutan elektrolit.

Proses ini terjadi dan berlangsung dalam alat penghemat bahan bakar menggunakan air yang disebut dengan elektroliser. Di dalam elektroliser, air (H2O) dipecah menjadi gas HHO atau sering disebut sebagai brown gas. Elektroliser menghasilkan hidrogen dengan cara mengalirkan arus listrik pada media air yang mengandung larutan elektrolit. Medan magnet akan mengubah struktur atom Hidrogen dan Oksigen pada air dari bentuk diatomic menjadi monoatomik. Selain itu, ikatan neutron yang mengikat partikel H dan O akan terlepas, sehingga partikel H akan tertarik ke kutub positif dan partikel O akan tertarik ke kutub negatif.

Hasil proses tersebut nampak berupa gelembung-gelembung yang terlihat dalam tabung elektroliser. Gelembung tersebut akan terus bertambah dan naik ke permukaan air. Saat gelembung gas hidrogen dan oksigen terlepas dari permukaan air, partikel gas tersebut akan berikatan kembali ruang udara sebagai brown gas atau gas HHO. Brown gas merupakan bahan bakar yang kuat, bersih, dan mengurangi emisi gas buang, yang merupakan inti dari teknologi yang dapat mengirit penggunaan bahan bakar menggunakan air ini.

Komponen-Komponen Alat Bahan Bakar Air

Komponen penting yang menunjang proses elektrolisis dalam alat pengirit bahan bakar menggunakan air untuk menghasilkan gas brown adalah tabung elektroliser, elektroda (katoda dan anoda), larutan elektrolit, dan water trap (vaporiser).

a. Tabung Elektroliser (Generator HHO)

Tabung elektroliser merupakan tempat penampungan larutan elektrolit, sekaligus tempat berlangsungnya proses elektrolisis untuk menghasilkan gas brown. Di dalam tabung ini terdapat dudukan elektroda yang akan diberi arus listrik. Tabung elektroliser yang digunakan terbuat dari kaca atau plastik yang tahan panas. Sebab, proses elektrolisis yang menghasikan gas brown akan memproduksi sejumlah panas juga. Tabung elektroliser haruslah kuat dan kokoh pula, karena dalam prosesnya nanti adanya isapan yang kuat dari mesin dan dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk tabung elektroliser yang digunakan.

b. Elektroda

Gas brown yang dihasilkan dalam proses elektrolisis terjadi akibat adanya arus listrik yang melewati elektroda dan akan menguraikan unsur-unsur air. Elektroda terdiri dari dua kutub, yaitu katoda(-) dan anoda(+) yang dimasukkan ke dalam larutan elektrolit. Jika elektroda tersebut diberi arus listrik, akan muncul gelembung-gelembung kecil berwarna putih (gas HHO). Elektroda yang di gunakan pada proses elektrolisis terbuat dari bahan stainless steel yang tahan terhadap karat. Elektroda dibuat saling berdekatan namun tidak bersentuhan. Gunakan bahan yang bersifat isolator untuk saling menghubungkan kedua elektroda agar tidak terjadi hubungan arus pendek atau korsleting.

c. Elektrolit

Elektrolit digunakan untuk menghasilkan gas brown pada proses elektrolisis. Elektrolit terdiri atas air murni atau air destilasi dan katalisator. Katalisator akan larut di dalam air murni dan menyatu membentuk larutan elektrolit. Katalis yang digunakan pada proses elektrolisis menggunakan KOH (potasium Hidroksida), (Na OH (Natrium Hidroksida), Caustic Soda dab lain-lain

d. Water Trap (Vaporiser)

Water trap atau vaporiser ini digunakan untuk meningkatkan kinerja alat elektrolisa. Alat ini menampung gas brown yang dihasilkan sebelum masuk mesin agar tidak terlalu banyak air yang masih dikandung dalam gas brown hasil alat elektrolisa tersebut.

Kontroversi Bahan Bakar Hidrogen

Bumiku yang terhormat, apakah bahan bakar hidrogen benar-benar dapat menggantikan bahan bakar konvensional untuk menjalankan mobil ? Terlalu banyak kontroversi yang membuat bahan bakar hidrogen menjadi harus dipertimbangkan kembali sebagai bahan bakar masa depan.

Bahan Bakar Hidrogen - Langkah Revolusioner Meyer
Bahan bakar hidrogen yang mampu menjalankan mobil dengan memecah air menjadi hidrogen dan oksigen telah dipatenkan oleh Stanley Meyer dalam Method for the Production of Fuel Gas yang dipopulerkan dengan nama water fuel cell. Kejadian yang selamanya akan tercatat dalam sejarah ini terjadi pada 26 Juni 1990.

Langkah revolusioner Meyer memang perlu diacungi jempol. Bahan bakar alternatif harus dicari untuk menggantikan bahan bakar fosil yang jumlahnya kian menipis. Sayangnya, harapan dunia tentang keberhasilan temuan ini pupus akibat tewasnya Meyer sebelum sempat membuktikan kebenaran temuannya itu.

Saat hidup, Meyer pun menolak mempublikasikan temuannya di depan seorang pakar Prof. Michael Laughton dari Quees Marry, University of London. Oleh sebab itu, pengadilan Ohio menyatakan temuan Meyer sebagai penipuan publik. Di Indonesia, kejadian serupa pun terjadi pada pemilik nama Joko Suprapto, yang menyembunyikan rancangan "bahan bakar hidrogennya" di depan publik.

Kontroversi Seputar Bahan Bakar Hidrogen
Berbagai pendapat mulai bermunculan saat beberapa penemuan mengklaim bahwa hidrogen memang dapat dijadikan bahan bakar pengganti bahan bakar fosil yang terbukti merusak lingkungan. Menurut beberapa pendapat yang pro hidrogen, hidrogen adalah gas terbanyak di alam semesta yang keberadaannya mencapai 75 persen di matahari dan ramah lingkungan.

Jadi, jika kemudian bisa dijadikan pengganti bahan bakar fosil, bumi akan terselamatkan dari efek lingkungan yang merusak. Namun, baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahwa bahan bakar hidrogen sama-sama bersifat merusak. Penelitian ini dilakukan oleh pakar California Institut of Technology, Pasadena, AS.

Para peneliti ini berpendapat bahwa penciptaan bahan bakar hidrogen ini membuat suhu bumi menjadi lebih dingin, lebih berawan. Bahkan, menciptakan lubang-lubang ozon pada kutub-kutub bumi. Karena saat produksi masal gas ini, sekitar 10-20 persen gas tersebut akan memenuhi atmosfer.

Dari hasil simulasi komputer yang dilakukan untuk menguji teori ini, ditemukan sebanyak 0,5 derajat Celcius penurunan suhu di lapisan stratosfer sehingga mengakibatkan lambatnya musim semi di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Tidak hanya itu, lapisan ozon kian melebar dan bersifat permanen.


Bahan Bakar Hidrogen - Mahalnya Biaya Produksi
Masalah lain pun muncul ketika menilik sisi biaya produksi untuk membuat atau memproduksi sel bahan bakar hidrogen di dalam mobil. Sebagai contoh, Toyota dan Honda telah mengeluarkan biaya lebih dari 1 juta dolar untuk memproduksi sebuah teknologi yang mendukung penghematan bahan bakar ini. Toyota berharap dapat menekan biaya untuk mengeluarkan sel bahan bakar hidrogen sebanyak 50.000 dolar pada 2015.

Melihat mahalnya biaya produksi, merealisasikan ide ini terlihat sangat sulit. Diperlukan biaya yang relatif besar untuk menyediakan sel pembuat bahan bakar hidrogen agar kebutuhan masyarakat akan bahan bakar ini terpenuhi.

Bahan Bakar Hidrogen - Kalah Bersaing
Jumlah stasiun penyedia bahan bakar ini pun sedikit (di Indonesia, bahkan, belum ada). Apalagi, perusahaan penyedia bensin atau solar pasti tidak mau kalah saing. Mereka telah memiliki jaringan yang sangat besar sehingga hampir di semua titik selalu ada stasiun pengisi bahan bakar.

Dengan kendala yang begitu besar, apakah masyarakat akan tertarik untuk menggunakan bahan bakar hidrogen jika memang bahan bakar ini akan dijadikan alternatif pemecah persoalan menipisnya jumlah bahan bakar fosil?

Bahan Bakar Hidrogen - Produksinya Menggunakan Bahan Bakar Fosil
Inilah yang terjadi di Amerika. Sebanyak 95 persen hidrogen yang bisa digunakan sebagai bahan bakar di Amerika masih diekstrak dari bahan bakar fosil atau menggunakan proses elektrolisis yang memakai tenaga bahan bakar fosil. Tentu saja, dampak negatif (mencemari lingkungan) yang ditimbulkan oleh bahan bakar fosil tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Bahan Bakar Hidrogen - Bagaimana dengan Indonesia?
Sudah siapkah Indonesia mengganti bahan bakar fosil dengan hidrogen? Bagaimanapun, banyak sekali kendala (di luar persoalan kontroversi) yang perlu dipikirkan masak-masak. Bagaimana dengan Anda?

Mobil Bahan Bakar Hidrogen Diluncurkan di Inggris
Produsen mobil dari Inggris, Microcab, akan segara merilis pruduk mobil terbarunya yang memakai bahan bakar hidrogen. Pada akhir 2011, mobil terbaru dengan bahan bakar hidrogen yang bernama Mivrocab H2EV ini akan dipublikasikan dan dirilis pertama untuk pasar otomotif di Inggris.

John Jostin selaku Managing Director Microrab menjelaskan bahwa mobil bahan bakar hidrogen ini akan dijadikan sebagai mobil masa depan. Mobil bahan bakar hidrogen ini merupakan mobil alternatif untuk konsumen perkotaan di Inggris dan sekitarnya.

Pihak Microrab mengaku sangat senang karena telah berhasil meluncurkan mobil dengan bahan bakar hidrogen ke pasar otomotif Inggris. Setelah sukses memasarkan molbil bahan bakar hidorgen ini di Inggris, produsen mobil dari Inggris ini rencananya akan memasarkan mobil bahan bakar hidrogen ke pasar otomotif dunia.

Dalam sekali mengisi bahan bakar, mobil dengan bahan bakar hidrogen yang bernama Microcab H2EV ini mampu menghasilkan tenaga 3kW dan jarak tempuhnya adalah 16 0km. untuk mengisi bahan bakar hidrogen, mobil ini hanya memerlukan waktu beberapa menit.

Sebelum dilakukan peluncuran, mobil bahan bakar hidrogen ini terlebih dahulu akan dibawa ke Conventry and Birmingham Low Emission Demonstrator untuk dilakukan pengujian kelayakan. Di sisi lain, mobil bahan bakar hidrogen ini memang hanya dibuat khusus untuk dipasarkan di Inggris, bahan bakarnya masih sangat jarang atau langka, dan di negeri asalnya pun masih sangat langka. 

Mobil Bahan Bakar Hidrogen Buatan Jepang
Seolah tak ingin kalah dari Inggris, Jepang lagi-lagi menciptakan inovasi yang luar biasa, yaitu memproduksi mobil bahan bakar hidrogen yang pastinya lebih ramah lingkungan. Toyota, Honda, dan Nissan, tiga raksasa produsen mobil dari Jepang, akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan energi terkenal di Jepang untuk meningkatkan produksi mobil-mobil dengan bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan.

Tidak hanya sekadar memproduksi mobil bahan bakar hidrogen, konsorsium perusahaan yang telah melakukan kerja sama ini pun rencananya akan membuat stasiun pengisisan bahan bakar hidrogen di Jepang. Diperkirakan, kurang lebih sepuluh perusahaan energi, termasuk juga perusahaan penyuling gas alam dan distributor, diperkirakan akan mendirikan 100 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen pada 2015 di Fukuoka, Osaka, Nagoya, dan Tokyo.

Dalam pernyataan tertulisnya pada 14 Januari 2011, sepuluh perusahaan yang melakukan konsorsium ini menyatakan bahwa tiga produsen mobil Jepang (Honda, Toyota, dan Nissan) akan memulai produksi mobil-mobil baru yang ditunjang dengan Fuel Cell Vehicles (FCVs) pada 2011. Sebagai informasi tambahan, FCVs adalah teknologi terobosan yang mengkonversi hidrogen menjadi arus listrik. Teknologi ini tidak akan menghasilkan polusi dalam apa pun juga kecuali uap air.

Produsen-produsen mobil terkenal di Jepang akan selalu berusaha menekan biaya pembuatan sistem dalam rangka memulai FCVs yang kemudian akan dipasarkan di Jepang, khususnya di empat wilayah metropolitan utama, pada 2015. Dengan tujuan untuk menekan dan menurunkan jumlah karbon dioksida secara signifikan yang berasal dari transportasi, produsen-produsen dan distributor bahan bakar hidrogen melakukan kerja sama untuk menyebarkan sosialisasi FCVs serta mendongkrak pasokan hidrogen ke seluruh wilayah Jepang.

Walaupun mobil dengan basis listrik sempat menjadi pusat perhatian akhir-akhir ini, mobil dengan bahan bakar hidrogen dianggap sebagai alternatif yang lebih kuat. Tapi, tingginya biaya produksi dan tidak dapat diperbaruinya sumber daya alam untuk bahan bakar, dianggap sebagai kendala utama. Toyota adalah penggagas pertama di seluruh dunia yang memproduksi mobil hibrida dengan menggabungkan sumber daya bensin dan motor listrik. Toyota berencana memproduksi mobil dengan bahan bakar hidrogen pada 2015. 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan